Kerajinan Tangan Ketilon Khas Desa Namang

Bangka - Desa Namang Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah sangat terkenal dengan hutan pelawan dan jamurnya. Sehingga pesonanyapun membuat wilayah ini banyak dilirik masyarakat.

Kemudian potensi lainnya di desa Namang sedikit demi sedikit mulai terlihat. Mulai dari usaha sekala rumahan, pariwisata, pertanian perkebunan, sawah, peternakan dan sebagainya.

Kades Namang Wahid menerangkan, semenjak dicetuskan beberapa tahun lalu, percetakan sawah di desanya menjadi komoditas utama bagi masyarakat.

Dengan luas kurang lebih 53 hektar, dirinya beranggapan bahwa menanam padi bagi warganya bisa mencukupi kebutuhan sendiri.

Artinya tidak membeli beras, bahkan bisa menjualnya ketika panen melimpah. "Targetnya setiap tahun ada peningkatan produktivitas, karena lahannya dalam setahun bisa ditanam dua kali," ujarnya kepada bangkapos.com

Untuk mendukung hal tersebut pihaknya melakukan berbagai cara, diantranya adalah pengadaan bibit dan penangkaran.

Tujuannya agar bibit menghemat pengeluaran petani. Selain itu penggunaan pupuk kompos guna memaksimalkannya.

" Ada sekitar 100an kepala keluarga yang menanam padi, awalnya masing-masing mendapatkan 1/4 hektar tergantung kemampuannya," sebut bapak tiga anak ini. Wahid melanjutkan, sawah bukanlah satu-satunya guna mendukung Desa Namang yang mandiri dan sejahtera, pariwisata juga akan dikembangkan.

Selain hutan pelawan dan seisinya, terbaru adalah Andong bagi warga yang ingin berkeliling desa dan sekitarnya. Mereka cukup mengeluarkan biaya Rp 5 ribu sudah bisa menaiki Andong. Dengan rute yang telah ditentukan. "Kami melihat ini sebagai peluang sekaligus juga bagus untuk pembelajaran. Artinya selain berwisata ada pendidikannya," terangnya.

Tidak ketinggalan juga Wahid menyebutkan, usaha yang telah dijalankan masyarakat akan dikembangkan. Salah satunya adalah kerajinan dari tumbuhan 'ketilon' juga gambus.

Ketilon merupakan tumbuhan liar yang banyak dijumpai di hutan. Kemudian diolah sedemikian rupa menjadi kerajinan yang menarik, seperti gantungan kunci, lampu teplok, pas bunga, alat-alat tradisional khas Bangka lainnya.

"Kerajinan dari ketilon ini menjanjikan, karena telihat unik. Apalagi kalau sudah dibentuk sesuai yang diinginkan dan dikemas sedemikian rupa," ucapnya.

Kades yang pernah menjadi pendamping lokal desa ini juga mengembangkan pertanian di desanya. Apalagi warganya mayoritas bekerja sebagai petani, terutama sahang.

Pihaknyapun mendukung program yang di cetuskan Bupati Bangka Tengah Erzaldi untuk berkebun sahang. "Mayoritas warga Namang bertani sahang, program bupati Bateng itu tepat sekali," kata Wahid.

Dia juga menerangkan, di desanya terdapat peternakan sapi yang dikelola warga. Kotoran sapi tersebut dijadikan kompos. "Kedepan mudah-mudahan seluruh warga Namang selalu kompok dalam membangun desa. Karena dengan hal itu semua akan berjalan baik," harapnya

Sumber: 
bangkapos.com
Penulis: 
Muhammad Noordin
Fotografer: 
Nordin
Editor: 
Hendra
Bidang Informasi: 
Pemdes